Sabtu, 04 Mei 2013

[POLL] PSSI, Dari Fenomena AFF CUP Sampai Dualisme



Anda Pilih Mana?
Quantcast
Para insan dan pecinta sepakbola di tanah air pasti sudah mengetahui atau bahkan muak dengan konflik yang ada di PSSI sekarang ini. Kedua pihak seakan ingin menang sendiri dan masing-masing meresa paling benar dan menyampingkan persatuan dalam sepakbola itu sendiri. Bisa dibilang sepakbola Indonesia sekarang ini sedang terpuruk, terpuruk bukan karena pemain kita payah dan kurang berbakat tetapi karena segelintir kelompok dan golongan yang masing-masing membela kepentinganya.


Munculnya dualisme Liga dan Timnas menambah terpuruknya dunia sepakbola kita. Dua kubu yang berseteru PSSI Djohar yang dikatakan banyak orang dikendalikan oleh seorang pengusaha bernama Arifin Panigoro dan KPSI La Nyala yang dikatakan banyak orang sebagai orang dekat keluarga Bakrie terus membuat kusut sepakbola kita. Yang benar diantara keduanya? tidak ada yang benar, karena jika ada yang benar pasti ada satu pihak yang mengalah dan merelakan ego demi kepentingan dan kemajuan sepakbola kita.
Awal mula terjadinya benang kusut ini adalah ketika rezim Nurdin memimpin di kala itu masyarakat sepakbola di tanah air mayoritasnya menginginlan Nurdin halid mundur dari jabatan ketua PSSI, karena dinilai sudah tidak layak lagi karena sudah menjadi narapidana kasus korupsi. Hingga pada tahun 2010 ketika timnas berlaga di AFF Suzuki Cup bangkitlah rasa nasionalisme masyarakat untuk timnas, hal ini diawali dengan ‘pembantaian’ yang dilakukan timnas Indonesia terhadap timnas Malaysia 5-1 pada pertandingan pertama Indonesia di AFF Suzuki Cup 2010 di Gelora Bung Karno. Setelah pertandingan itu rasa nasionalisme dan dukungan rakyat Indonesia terhadap Indonesia memuncak dan menyebar dari sabang sampai merauke. Rasa optimis akan menjuarai turnamen tersebut pun kuat ditanamkan di dada. Timnas melangkah mulus sampai ke final. Hingga Akhirnya dilibas oleh Malaysia di Bukit Jalil 3-0 di final leg pertama. di leg kedua sebagaimana kita ketahui timnas menang 2-1 tetapi itu tak cukup untuk mengejar agregat. Indonesia harus puas sebagai runner up untuk yang keempat kalinya. Dengan campur tangan FIFA dan AFC dibuatlah Komite Normalisasi untuk memilih ketua baru. Nampaknya dari sini masalah belum selesai pemegang suara mayoritas yang menamakan diri kelompok 78 ingin mengusung Arifin Panigoro dan George Toisuta sebagai calon ketua umum dan wakil ketua umum yang tidak direstui oleh FIFA karena tidak sesuai dengan statuta. Pada saat hari kongres pemilihan dilakukan keributan terjadi karena kelompok 78 bersikukuh ingin mencalonkan kedua nama itu. Namun sudah jelas aturan tak bisa ditabrak dan mereka tidak bisa mendaftarkan kedua nama itu (Arifin Panigoro dan George Toisuta). Kongres diskors. FIFA memberikan kesempatan terakhir hingga akhir Juni 2011 untuk memilih ketua umum baru. Pada Kongres luar biasa akhir Juni itu terpilihlah Djohar Arifin Husin sebagai ketua umum dan Farid Rahman sebagai wakilnya. Pada kongres itu pemilihan berjalan lancar dan tidak ada ribut-ribut seperti kongres sebelumnya.

Terpilihnya ketua umum baru tak membuat masalah ini selesai. beberapa hari setelah Djohar resmi menjadi ketua Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl secara mengejutkan dipecat oleh PSSI dan digantikan oleh Wim Risjbergen dari belanda untuk mengarungi kualifikasi Piala Dunia 2014. Timnas babak belur pada kualifikasi itu dan tak pernah menang sekalipun. walaupun pada babak awal mengalahkan Turkmenistan 4-3. Kompetisi yang sudah ada yaitu ISL diubah oleh Djohar menjadi Indonesia Premier League (IPL) dengan menambah jumlah peserta yang semula 18 menjadi 24 klub dengan memberikan tiket gratis kepada sejumlah klub untuk langsung promosi ke divisi tertinggi termasuk Persebaya Surabaya. Mereka bisa langsung berlaga di liga teratas Indonesia tanpa harus kerja keras dari bawah. Hal inilah yang membuat salah satu anggota Exco PSSI, La Nyalla geram dan membuat perlawanan namun IPL tetap 24 klub.  Hingga akhirnya sejumlah anggota PSSI yang dulunya mendukung Djohar menjadi balik menentang keputusannya. Mereka manarik diri dari IPL dan membentuk kembali ISL. terciptalah dualisme kompetisi yang dihias dengan dualisme klub. La Nyala cs kemudian membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia yang anggotanya diisi oleh mayoritas anggota PSSI. Terjadilah dualisme Organisasi. Pada saat AFF CUP 2012 sudah didepan mata terjadilah dualisme Timnas. Bukannya bersatu mereka malah tambah ribut dan terus adu mulut seoalah merasa paling benar.

Dibentuknya komite gabungan oleh AFC dan membuahkan beberapa keputusan    tak membuat dualisme ini selesai.
Sepertinya mereka sudah lupa bahwa sepakbola adalah milik bersama bukan milik Partai Politik seperti yang mereka lakukan. Mereka (yang sedang berkonflik) seakan menjadikan sepakbola untuk alat politik. Semoga mereka sadar dan mau bersatu.

http://toglu.wordpress.com/2012/11/09/pssivskpsi/#more-1567

Tentang Sepak Bola Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC.

Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.

Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Dalam kualifikasi ke Piala Dunia 2010, Indonesia tidak mampu lolos ke fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah takluk di tangan Suriah dengan agregat 1-11. Tim nasional Indonesia U-23 pun juga mengalami kegagalan di SEA Games ke-24 di Thailand; setelah takluk dari Thailand di pertandingan babak penyisihan grup yang terakhir.










Kostum 

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.

Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.

Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.

Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

Sumber : 
http://myganjar.blogspot.com/p/tentang-sepak-bola-indonesia.html

Tetesan Air Mata Sepak Bola

Artikel Ini saya ambil dari bolanews.com tulisan hasil karya Weshley Hutagalung
“Bukan para politisi rakus, tetapi para pemain sepak bola yang membuat kami bangga. Tim nasional Irak telah menyatukan bangsa ini.”
Ucapan ini dilontarkan seorang polisi berusia 43 tahun di Kota Bahdad bernama Sabar Shaiyal. Keberhasilan Irak menjuarai Piala Asia 2007 dengan mengalahkan Arab Saudi 1-0 di Stadion Bung Karno, Jakarta (29/7), sangat menggembirakan masyarakat yang lama terganggu perang itu.
“Kemenangan tim sepak bola Irak adalah hadiah bagi bangsa Irak yang telah menderita karena pembunuhan, bom mobil, penculikan, dan aksi-aksi kejahatan lain,” ujar Falah Ibrahim, penduduk Kota Baghdad.
Football for peace. Ya, kenapa tidak kampanye sepak bola demi perdamaian dipakai bangsa Irak untuk memulihkan luka mendalam yang selalu “dihadiahkan” peperangan.
Mari simak komentar Shiite Tareq Yassin, salah satu masya­rakat Irak yang berkumpul di Baghdad usai Mahmoud Younis mencetak gol tunggal kemenangan Irak atas Arab Saudi. “Para politisi telah memecah belah kami, tetapi atlet-atlet ini menyatukan bangsa Irak. Saya melupakan semua hal lain kecuali satu hal, yakni Irak.”
Ada apa dengan Irak sehingga saya memulai Weekend Story ini dengan memori sekitar empat tahun lalu? Hm, bukan soal kualitas tim nasional Merah-Putih di Piala Asia 2007 yang menurut saya lebih baik dari timnas di Piala AFF 2010.
Bukan membandingkan peringkat FIFA Bahrain yang kita kalahkan 2-1, Arab Saudi yang mengalahkan Indonesia 1-2, dan Korea Selatan yang cuma mampu unggul 1-0 atas Tim Merah-Putih dengan lawan kita di Piala AFF 2010, yakni Malaysia, Laos, Filipina, dan Thailand.
Dengan bergetar menahan amarah melihat situasi Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jumat (20/5), saya meneruskan tulisan ini dengan harapan kita bisa melihat dampak positif dari sepak bola.
Bukan mengecilkan arti cabang olah raga lain. tapi tak akan bosan saya sampaikan pelajaran sederhana namun mahal yang diberikan football kepada kita.
Seperti yang pernah diucapkan Presiden FIFA, Sepp Blatter, sepak bola itu adalah sekolah kehidupan. Permainan ini tentang harapan. Bila Anda kalah sekarang, besok bisa menang selama mengerti di mana letak kegagalan itu dan mau melakukan perbaikan.
Lalu, hubungan sepak bola Irak dengan Indonesia? Semua diawali dari kegelisahan saya melihat foto-foto dan tayangan tim nasional U-23 yang dipersiapkan untuk tampil di SEA Games 2011. Plus, banyak pertanyaan dari pembaca tentang sikap saya atas program pembentukan karakter timnas di Pusdik Kopassus, Batujajar.
Pembaca, pernahkah Anda menonton film Escape to Victory? Film ini berkisah tentang aktivitas para tentara dari berbagai negara di kamp tahanan Jerman selama Perang Dunia II.
Aktor-aktor pemerannya punya nama beken, seperti Sylves­ter Stallone dan Michael Caine, hingga mantan pemain Pele, Bobby Moore, dan Osvaldo Ardiles.
Tantangan pertandingan eksebisi dari tim sepak bola Jerman diladeni para tawanan peran pimpinan Terry Brady (Bobby Moore). Bila Jerman memakai laga itu sebagai bagian dari propaganda, Brady dkk. ingin melarikan diri usai babak I.
Apakah pesan dari film ini? Dari kaca mata sepak bola, Escape to Victory memperlihatkan bahwa football bisa menyatukan ber­bagai kepentingan yang berbeda.
Ketika kapten Robert Hatch dkk. (diperankan Sylvester Stallone) memiliki peluang melarikan diri melalui terowongan di kamar ganti, mereka melihat kejayaan yang lebih besar di lapangan sepak bola.
Ya, mengalahkan Jerman yang arogan dan berkuasa dengan segala fasilitas mewah timnya, dirasakan lebih terhormat. Walau mereka mendapat berbagai hambatan, terutama ambisi pribadi sejumlah pemain yang ingin melepaskan diri dari siksa kamp tahanan.
Dari sepak bola, para tentara juga bisa belajar bagaimana berdisiplin menjaga waktu yang dimiliki. Ingat, setiap tim memiliki 45 menit di babak I dan 45 menit di babak II untuk diperjuangan guna meraih kemenangan.
Bila kita gagal menjaga koor­dinasi pertahanan dan meracik serangan berbahaya untuk melumpuhkan lawan selama 2 x 45 menit itu, bersiap­lah markas kita menerima gempuran lawan dari semua lini.
Soal komando, sepak bola juga menuntut para pemainnya bertempur mengikuti strategi pelatih, walau terkadang inovasi dibutuhkan di lapangan melihat situasi dan kondisi.
Nah, melihat situasi Kongres PSSI hingga Jumat malam, saya jadi bertanya, “Apa artinya sertifikat program pembentukan karakter yang dikeluarkan Satlak Prima, yang katanya wajib dimiliki atlet Indonesia kalau ingin tampil di SEA Games, bila sanksi FIFA menimpa tim nasional kita?”
Saya mendengar anggaran program pembentukan karakter atlet SEA Games di markas Kopassas itu selama 2011 mencapai 7,1 miliar rupiah. Sementara biaya untuk tenaga asing, termasuk di dalamnya sports science, pelatih, dan konsultan berjumlah 9,4 miliar.
Pertanyaannya, setelah menge­luarkan ongkos Rp 5 juta per kepala, adakah jaminan akan ketang­guhan mental dan disiplin itu setelah atlet kita mening­gal­kan Pusdik Kopassus di Batujajar?
Hm, bila ada jaminan, rasanya kita perlu mengajak sebagian besar peserta Kongres PSSI merasa­kan program bapak-bapak Kopassus.
Kalau Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela terbukti sukses memakai football sebagai alat perdamaian dan pemersatu bangsa, kenapa kita harus berbeda?
sumber:

Bolanews.com
http://toglu.wordpress.com/2011/05/28/tetesan-air-mata-sepak-bola/#more-751

Redemption Song

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (33 votes, average: 4.48 out of 5)
Loading ... Loading ...
G                      Em Em7
Old Pirates, yes, they rob I.
C        G/B      Am
Sold I to the merchant ships
G                  Em      C         G/B        Am
minutes after they took I   from the bottomless pit.
G            Em Em7
But my hand was made strong
C      G/B           Am
By the hand of the Almighty.
G                   Em    C   Am7    D
We forward in this generation triumphantly.
(D)                G    C       D        G
Won’t you help to sing    these songs of freedom?
C     D        Em   C  D       G      C
Cause all I ever had,      redemption songs,
D       G      C D
redemption songs.
(D)   G                           Em Em7
Emancipate yourselves from mental slavery,
C          G/B          Am
None but ourselves can free our minds.
G                        Em
Have no fear for atomic energy,
C        G/B         D
Cause none of them can stop the time.
G                        Em Em7
How long shall they kill our prophets
C      G/B         Am
While we stand aside and look?
G              Em
Ooh, some say it’s just a part of it.
C         Am7         D
We’ve got to fulfill the book.
(D)                G    C       D        G
Won’t you help to sing    these songs of freedom?
C     D        Em   C  D       G      C
Cause all I ever had,      redemption songs,
D       G      C  D       G      C D
redemption songs, redemption songs.
Em  C  D  (4x)
(D)   G                           Em Em7
Emancipate yourselves from mental slavery,
C           G/B          Am
None but ourselves can free our minds.
G                Em
Woh, Have no fear for atomic energy,
C              G/B            D
Cause none of them-ah can-ah stop-ah the time.
G                        Em Em7
How long shall they kill our prophets
C      G/B         Am
While we stand aside and look?
G              Em
Yes, some say it’s just a part of it.
C         Am7         D
We’ve got to fulfill the book.
(D)                G    C       D        G
Won’t you help to sing    these songs of freedom?
C     D        Em   C  D       G
Cause all I ever had,      redemption songs,
C     D        Em   C  D       Em     C
All I ever had,      redemption songs,
D        G      C  D        G
These songs of freedom,  songs of freedom
C  Em  Am  D(II)
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Pengertian komputer

Pengertian Komputer | Fungsi dan Manfaatnya

Bagikan Artikel Ini Ke >>>
Pengertian Komputer Dalam bahasa inggris disebut to compute yang berarti orang yang sedang menghitung, sedangkan dalam bahasa latin disebut dengan computare yang berarti menghitung. Komputer seperti yang telah kita ketahui merupakan sebuah alat elektronik yang mampu memiliki banyak fungsi dan mampu melakukan banyak tugas. Sebelumnya pada masa Perang Dunia ke-2 komputer adalah suatu mesin mekanis yang berfungsi untuk melakukan perhitungan operasi aritmatika. Selain itu komputer dapat didefinisikan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling terkoordinasi satu sama lain sehingga dapat menerima data, kemudian mengolah data, dan pada akhirnya akan menghasilkan suatu keluaran yang berupa informasi (Input > Proses > Output).

Pengertian komputer serta fungsi dan manfaatnya

Pengertian Komputer Menurut Ahli Dan Kamus


#1. Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2 : Computer sebagai suatu perangkat yang digunakan untuk menghitung atau mengendalikan operasi-operasi yang dinyatakan dalam bentuk numeric atau logika.
#2. Menurut Sanders (1985) : Computer adalah system elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan agar secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan dalam memori.
#3. Menurut V.C hamacher dalam bukunya “Computer Organization” : Computer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.


Fungsi Dan Manfaat Dari Komputer


Komputer pada saat ini merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang, komputer menjadi suatu bagian yang penting bagi setiap kehidupan manusia karena lewat komputer kita bisa melakukan berbagai aktivitas pekerjaan sehingga menjadi lebih ringan dan untuk mempersingkat waktu pekerjaan tersebut. Komputer tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja, namun anak-anak pun juga bisa menggunakannya, mereka bisa belajar sambil bermain. Berikut beberapa fungsi dari komputer yang sering dimanfaatkan oleh manusia:
#1. Komputer pada bidang keamanan

Pada bidang keamanan dan pertahanan, komputer merupakan suatu bagian yang sangat penting, karena lewat komputer suatu negara dapat memperkuat pertahanannya dari serangan luar, dengan peralatan-peralatan yang canggih suatu negara cukup menyerang dan bertahan dengan mengendalikan komputer
#2. Komputer untuk bidang kesehatan

Pada jaman yang canggih seperti sekarang ini, pada bidang kesehatan pun telah mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, diantaranya adalah penggunaan alat kedokteran yang menggunakan aplikasi komputer yaitu Ultra Sonografi (USG).
#3. Komputer sebagai sarana pengontrolan

Komputer sebagai alat control bagi pemantauan CCTV, tata lampu traffic light, maupun escalator. Dalam hal ini komputer sebagai alat control jarak dekat maupun jarak jauh.
#4. Komputer sebagai sarana usaha

Dengan adanya komputer, kita dapat membuka usaha misalnya usaha percetakan atau sablon, usaha video editing, usaha desain arsitektur, dan warnet.
#5. Komputer sebagai sarana informasi

Komputer yang terhubung ke internet akan membuat kita akan lebih mudah mencari informasi, mulai dari berita politik, perdagangan, travel, referensi bagi pelajar, dan lain sebagainya.
#6. Komputer sebagai sarana Untuk komunikasi

Dengan menggunakan komputer kita bisa mengirim gambar, video, dan audio melalui e-mail, melakukan chatting dengan seseorang, dan berkomunikasi melalui webcam.
Dengan mengetahui apa itu pengertian komputer dan juga fungsinya dalam berbagai bidang kita akan lebih mengenalnya dan bisa tahu ternyata komputer bisa juga dimanfaatkan untuk suatu bidang pekerjaan tertentu. Dan tentu saja membuka cakrawala berpikir untuk menemukan bidang pekerjaan yang mungkin bisa anda tekuni jika ahli di bidang komputer.

Sumber : http://spesialmedia.com/tutorial/komputer/pengertian-komputer-dan-beberapa-fungsi-dari-komputer/

Tugas kampus

  1. ISLAM Liberal
Islam Liberal atau JIL (Jaringan Islam Liberal) adalah kemasan dari kelompok lama yang orang-orangnya dikenal nyeleneh. Kelompok nyeleneh itu setelah berhasil memposisikan orang-orangya dalam jajaran yang mereka sebut pembaharu atau modernis. Mula-mula yang dilakukan adalah mengacaukan istilah. Mendiang Dr. Harun Nasution Direktur Pasca Sarjana IAIN Jakarta berhasil mengelabui para mahasiswa perguruan tinggi Islam di Indonesia dengan cara mengacaukan istilah. Yaitu memposisikan orang-orang yang nyeleneh sebagai Pembaharu. Diantaranya Rifa'at At-Thahthawi (orang Mesir alumni Paris yang menghalalkan dansa-dansi laki perempuan campur aduk) oleh Harun diangkat sebagai pembaharu dan bahkan dibilang sebagai pembuka pintu ijtihad. Pemutarbalikan fakta ini dilakukan secara resmi di IAIN antara lain melalui bukunya "Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan, terbit 1975).

Pengacauan istilah lainnya dilakukan oleh Nurcholish Madjid yang belajar Islam (kepada dosen-dosen Yahudi) di perguruan tinggi Amerika, Chicago - dengan cara mengembalikan istilah kepada bahasa lalu diselewengkan artinya, persis seperti dilakukan Darmogandul dan Gatoloco : yaitu sosok penentang dan penolak syari'at Islam di Jawa. Nurcholish menempuh : Islam dikembalikan kepada al Din, kemudian diberi makna yaitu hanyalah agama (tidak punya urusan dengan kehidupan dunia, bernegara) lalu dari pemaknaan itu menolak diterapkannya syari'at Islam dalam kehidupan. Mari kita simak kutipan tulisan Nurcholish sbb:
"sudah jelas, bahwa fikih itu, meskipun telah ditangani oleh kaum reformis, sudah kehilangan relevansinya dengan pola kehidupan zaman sekarang. Sedangkan perubahan secara total agar sesuai dengan pola kehidupan modern, memerlukan pengetahuan yang menyeluruh tentang kehidupan modern dalam segala aspeknya, sehingga tidak hanya menjadi kompetensi dan kepentingan umat Islam saja, melainkan juga orang-orang lain. Maka, hasilnya pun tidak perlu hanya merupakan hukum Islam, melainkan hukum yang meliputi semua orang, untuk mengatur kehidupan bersama."
Tanggapan : menganggap fiqh telah kehilangan relevansinya adalah satu pengingkaran. Bagaimana umat Islam bisa berwudhu, sholat, zakat, puasa, nikah, waris dan mengetahui halal/haram jika fiqh telah tidak relevan?
Faham JIL mudahnya, menjurus pada sekularisme, inklusifisme dan pluralisme agama (menganggap semua agama itu sejajar, paralel dan prinsipnya sama hanya beda teknis) dan kita tidak boleh memandang agama lain dengan memakai agama yang kita peluk (ini lebih jauh lagi pemurtadannya).
Ahmad Wahib, yang mengaku sekian tahun diasuh oleh pendeta dan romo, fahamnya menafikan Qur'an dan Hadits, yaitu:
"Menurut saya sumber-sumber pokok untuk mengetahui Islam atau katakanlah bahan-bahan dasar ajaran Islam, bukanlah dengan Qur'an dan Hadits melainkan Sejarah Muhammad."
Jadi Al Qur'an dan Hadits dia anggap hanya sebagian dari sumber sejarah Muhammad, jadi hanya bagian dari sumber ajaran Islam, yaitu Sejarah Muhammad. Al Qur'an disejajarkan dengan iklim Arab, adat istiadat Arab dan lain-lain. Jadi Al Qur'an dan Hadits dianggap bukan landasan Islam, hanya setingkat adat Arab saja.
Tokoh-tokohnya:
  • Nurcholish Madjid - Paramadina Jakarta
  • Charles Kurzman - University North Carolina
  • Azyumardi Azra - IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Abdallah Laroui - Muhammad V University Maroko
  • Masdar F. Mas'udi - Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat Jakarta
  • Goenawan Mohammad - Majalah Tempo
  • Edward Said
  • Djohan Effendi - Deakin University Australia
  • Abdullah ahmad an-Naim - University of Khartoum Sudan
  • Jalaludin Rahmat, Yayasan Muthahhari Bandung
  • Asghar Ali Engineer
  • Nasaruddin Umar - IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Komaruddin Hidayat - Paramadina
  • Said Agil Siraj - PBNU
  • Denny JA, Univ. Jayabaya
  • Rizal Mallarangeng - CSIS
  • Budi Munawar Rahman - Paramadina
  • Taufiq Adnan Amal - IAIN Alauddin Makassar
  • Hamid Basyaib - Yayasan Aksara
  • Ulil Abshar Abdalla - Lakpesdam NU
  • Luthfi Assyaukanie - Paramadina
  • Ade Armando - UI
  • Syamsurizal Panggabean - UGM
  • Ihsan Ali Fauzi - Ohio University
  • Syaiful Mujani - Ohio University
  • Mohammad Arkoun - University of Sorbone Perancis
  • Sadeq Jalal Azam - Damascus University Suriah
  •  
  • http://stiebanten.blogspot.com

STRUKTUR DAN SKEMA ORGANISASI

STRUKTUR DAN SKEMA ORGANISASI

Struktur atau Skema Organisasi



Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.sedangkan

Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi
tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk Mendatar / horizontal
3. Bentuk Lingkaran / circular
4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)
Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
1. Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

2. Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.


3. Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kea rah bidang elips
Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.
Hal ini dikemukakan pula oleh Keith Davis sebagai berikut ;
“Perubahan-perubahan penggambaran bagan kadang-kadang diterima untuk menggalakan pertalian kedudukan atasan bawahan dari kebiasaan bagan-bagan organisasi, tetapi perubahan-perubahan ini tidak mengubah keadaan kedudukan yang sebenarnya. Termasuk di dalamnya perubahan-perubahan bagan mendatar, lingkaran, setengah lingkaran, elips dan piramida terbalik.” 


http://muhammadzulhermann.blogspot.com